CINTAI DIA YANG MENCINTAINYA
Bro and sist ada yang pernah jatuh
cinta? Atau sekarang sedang jatuh cinta?. Pastisakit banget tuh, namanya aja
udah jatuh, dimana-mana jatuh itu kan sakit. Hehe.
Mungkin bukan hanya bro and sist saja, tetapi setiap
orang baik perempuan ataupun laki-laki pasti juga pernah merasakan yang namanya
jatuh cinta. Bahkan terkadang rasa cinta itu membuat kita ingin memilikinya dan
hidup bersamanya. Tinggal tergantung bagaimana cara seseorang mengekspresikan
cintanya itu. Tak sedikit orang yang mengekspresikan rasa cinta itu dengan
jalan pacaran.
Why?. Kenapa harus pacaran?, mencintai dan
menjalin hubungan dengan orang yang jelas-jelas belum halal. Bahkan memberikan
apapun demi dia yang kamu cinta.
Oke bro and sist sebelum kamu memberikan
segalanya pada pacar mu saya ingin bertanya satu hal, apakah kamu yakin orang
yang kamu cintai itu akan menjadi jodoh mu dan benar-benar mencintai kamu serta
bisa membahagiakan kamu dunia dan akhirat?.
Bagaimana kamu bisa seyakin itu?. Sudah
kah kamu mengamati kesehariannya?. Sudahkah kamu tahu seluk beluk
kehidupannya?. Sudahkah kamu tahu karakter aslinya?.
Jika belum tahu maka kamu nggak perlu
repot-repot untuk mencari tahu semua tentangnya. Karena untuk mengetahuinya,
kamu bisa melihat bagaimana ia mencintai tuhannya. Bagaimana ia menjaga solat
lima waktunya, puasa ramadhannya. Bagaimana ia menjaga dirinya untuk tidak
merokok. Bagaimana ia menjaga auratnya.
Jika ia bilang padamu bahwa ia sangat
mencintai mu tapi ia masih sering meninggalkan solat lima waktu, jarang puasa
ramadhan, belum juga menutup aurat dengan benar, mengajak kamu pacaran,
sesungguhnya cintanya itu palsu. Sebab Tuhannya saja yang memberikan rezki
berlimpah tidak ia cintai, bagaimana dengan dirimu?.
Jika ada laki-laki yang mengatakan ia
akan menjaga hatinya untuk mu, tapi ia adalah seorang perokok, dan tak bisa
berhenti dari rokoknya, sesungguhnya ia bukanlah laki-laki setia sist. Sebab paru-parunya
saja nggak di jaga, lalu bagaimana dengan hatinya?.
Cintailah dia yang mencintai tuhannya.
Karena hanya dengan mencintai tuhanlah hidup kita menjadi lebih indah. Bukankah
hanya Allah Swt tuhan semesta alam lah yang memberikan kita kebahagiaan dalam
hidup ini?.
Bagaimana mungkin kita bisa bahagia jika
kita tidak mencintai Allah Swt Tuhan yang maha cinta?. Bagaimana mungkin kita
bisa mendapatkan orang yang kita cintai jika Allah, Tuhan yang menciptakan kita
saja sering kita lupakan?.
Sist, masih mau mencintai dia yang tak
mencintai Allah Swt?. Jika melaksanakan kewajiban solat nya saja dia masih
malas lalu bagaimana nantinya ia bisa bertanggungjawab jika telah menikah
dengan mu?.
Sist, jika ia mencintai tuhannnya dan juga
mencintai mu, ia tak akan mau memacari mu. Karena ia tahu jika ia memacari mu
tuhannya akan tidak suka. Ia pasti akan langsung melamar dan menikahi mu anpa
memacari mu, karena ia tahu tuhannya akan senang jika ia menjaga dirinya dari
hal-hal yang mendekati zina serta tuhannya akan senang karena ia telah memuliakan
dan menghormati perempuan yang ia cintai.
So, masihkah mau mencintai dia yang nggak
mencintai Allah Swt?. Coba lihat dirinya dan diri kita, sudah pantaskah untuk
di cintai?. Lebih baik putusin saja dari sekarang dan mulai untuk belajar
mencintai Allah Swt.
Dari
pada putusnya belakangan setelah segalanya direnggut oleh pacar mu, rasanya
pasti akan lebih sakit menusuk hati. Lha iya, kan sudah kita bahas dalam alur
pacaran pasti akan ada kata putus nantinya.
Kalau sduah seperti itu yang terjadi,
yang ada tinggal penyesalan teramat dalam, serta kemarahan yang akan menyalahkan
tuhan sebab kita telah kehilangan orang yang kita cinta.
Bro and sist, pantaskah kita marah pada
tuhan saat kita patah hati?. Tak pernahkah kita cek apakah selama ini kita
sudah mencintai ia yang memberikan kehidupan ini pada kita. Tak pernahkah kita
sadar betapa kita sering melupakannya, menduakan cintanya, bahkan melukainya
dengan dosa-dosa kita.
Mungkin sakit hati yang kita rasa sebab
kehilangan orang yang kita cinta merupakan bentuk sayang Allah pada kita. Sebab
Allah cemburu pada kita, Allah tak ingin hambanya mencintai makhluknya melebihi
cinta kepadanya.